Persiapan yang Diam-diam

(Verse 1)

Pagi menyapa di atas tanah luas

Dua hektar mimpi yang kini tak lagi pasrah

Armand berdiri, blueprint di tangan

Mata menatap masa depan penuh beban


Nadia di sudut, menggali harapan

Menanam benih, menjaga kehidupan

Senyap bekerja, waktu tak terbuang

Benteng ini untuk esok yang tak terbayang


(Chorus)

Diam-diam kami siapkan pertahanan

Di balik pagar kokoh yang penuh harapan

Setiap bata, setiap kawat berduri

Adalah janji melindungi, takkan henti


(Verse 2)

Mira bertanya, "Mengapa semua ini?"

Dunia tampak baik, masih seperti mimpi

Armand menjawab, "Nak, waktu tak berhenti

Kita bersiap, sebelum segalanya runtuh nanti"


Alif duduk di bawah bayang pohon

Menghitung sinar, merangkai solusi penuh perhitungan

Hana, Arya, Dita masih tertawa

Tak tahu badai bisa datang tiba-tiba


(Chorus)

Diam-diam kami siapkan pertahanan

Di balik pagar kokoh yang penuh harapan

Setiap bata, setiap kawat berduri

Adalah janji melindungi, takkan henti


(Bridge)

Adit datang, membawa cahaya baru

Sistem alarm, kamera di setiap sudut pagar itu

"Kita buat gerbang yang tak tertembus

Untuk cinta yang tak pernah pupus"


Meski senyap, hati tak pernah diam

Kami berdiri untuk mereka yang kami sayang

Mimpi ini bukan hanya tentang bertahan

Tapi memastikan masa depan tak hilang perlahan


(Chorus)

Diam-diam kami siapkan pertahanan

Di balik pagar kokoh yang penuh harapan

Setiap bata, setiap kawat berduri

Adalah janji melindungi, takkan henti


(Outro)

Ketika malam datang dan dunia berubah

Kami tetap di sini, tak akan menyerah

Persiapan yang diam-diam kami mulai

Adalah cinta, yang tak pernah usai.



Novel - Zona Aman: Harapan di tengah Wabah Zombie 

Untuk membaca Novel :

BAB 1 : PERSIAPAN yang DIAM-DIAM 

https://zonaaman-novel.blogspot.com/2024/11/bab-1-persiapan-yang-diam-diam.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanging by a thread

Blurred Lines